Hak Pendidikan Anak-anak Bangsa

SIMPUL – Berikut ini adalah hasil wawancara Iwan Irawan Wijaya dengan Bopha Noor Akbar, Office Manager Ruang Mitra Perempuan (Rumpun) yang mempunyai andil cukup besar terhadap masyarakat gress root.Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang dimaksud dengan perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.Bagi Bopha Noor Akbar, aktivis perempuan dari Ruang Mitra Perempuan (Rumpun) Malang mengatakan bahwa adanya undang-undang perlindungan anak ini bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera. “Tapi apakah kenyataannya seperti itu? Mungkin anda-anda semua yang dapat menjawabnya,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Patty ini.

Patty juga berpendapat bahwa salah satu media perlindungan anak adalah pemenuhan hak dasarnya, termasuk di dalamnya hak pendidikan. Sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi, bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan yang layak. Pendidikan adalah hak dasar anak yang dilindungi. Pada pasal 9 (1), UU 23/2002 dikatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya.
Namun, kenyataannya masih banyak anak-anak Indonesia yang tidak bisa mengenyam pendidikan dan anggapan kurang pentingnya pendidikan dibandingkan dengan hal lain yang lebih dianggap menghasilkan secara ekonomis. Bopha menyadari bahwa masalah ini menjadi perdebatan panjang. Pendidikan dasar formal yang ada bagi banyak kalangan masih dianggap mahal. Meskipun kebijakan nasional mengenai wajib belajar sembilan tahun telah dicanangkan, namun pelaksanannya tidak semudah itu.

Bagi kelompok miskin, pendidikan seringkali tidak menjadi proritas bagi keluarga. Artinya pendidikan anak bisa dikorbankan untuk biaya kebutuhan lainnya yang dianggap lebih mendesak. Bopha melihat hal ini diperparah dengan pandangan skeptikal, yang memandang bahwa pendidikan formal tidak selalu relevan dengan dunia kerja, sering timbul pandangan bahwa pendidikan bukan persoalan penting. “Dalam konteks perlindungan hak anak, ini berarti sebuah pelanggaran. Keluarga dan negara telah melakukan pembiaran anak kehilangan haknya untuk memperoleh kesempatan menjadi manusia cerdas, mengembangkan pola pikir, perilaku dan kepribadiannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa semua unsur itulah yang dibutuhkan agar mereka mampu mengarungi kehidupannya kelak. Jika hal ini tidak terpenuhi maka hal ini menjadi titik awal bagaimana mutu sumberdaya manusia akan merosot secara sistematis, dan bangsa ini tidak pernah mampu bersaing dengan bangsa lain dalam pergaulan global.

Jelasnya, perlindungan hak anak menjadi tanggung jawab siapa? “Jelas menjadi tanggung jawab negara dan masyarakat, maka perlindungan hak anak akan pendidikan juga perlu ditimpakan kepada mereka,” kata Patty. Negara dalam hal ini dikelola oleh pemerintah harus bertanggung jawab mengenai perlindungan hak anak ini. Kalangan masyarakat, termasuk anak harus diajak bahu membahu mendesakkan kepada pemerintah untuk pengembangan akses pada pendidikan yang layak (murah dan bermutu) bagi mereka, karena dengan pendidikan inilah, anak-anak akan terhindar dari segala ekslpoitasi (pekerja anak, trafficking dan lain-lain). Menurutnya, pendidikan akan membuka peluang bagi anak-anak untuk menikmati ceria dunianya, mengagumi bangsanya dan berkontribusi untuk cinta tanah airnya. Sesuatu harapan pada anak bangsa yang tidak berlebihan. Sudahkah hak pendidikan untuk anak bangsa ini diperhatikan?

http://www.simpuldemokrasi.com/dinamika-demokrasi/warga-bicara/1345-hak-pendidikan-anak-anak-bangsa.html

About these ads

~ by dery091290 on June 5, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: